Yg mau tau karena belum tau.... Ini postingan telat banget :D
Download Hasil Try Out Kabupaten Bojonegoro yang pertama :
Yg mau tau karena belum tau.... Ini postingan telat banget :D
Download Hasil Try Out Kabupaten Bojonegoro yang pertama :

tiiitt tiitt tiitt...
handphone bagi remaja bagaikan makanan wajib mereka, bagi yang tidak memilikinya, pastilah akan merasa tidak gaul, tidak sama dengan temannya, tidak up to date, dan lainlainlainnya..
padahal, diluare itu semua, terdapat banyak sekali efek negatif dari handphone. salah satunya adalah kecanduan. berikut adalah ciri ciri orang orang yang kecanduan handphone :
1) Membawanya kapanpun dan dimanapun
Tak sedikit remaja yang terus menerus menggunakan hapenya sepanjang hari. seakan akan tak pernah lelah memencet keypad handphone mereka walaupun hanya sekedar mengirimkan sms yang sebenarnya tidak begitu penting. Bahkan mungkin mereka akan men-silent hape mereka, agar mereka dapat menggunakan hapenya saat belajar tanpa ketahuan oleh ibu mereka. Tak tanggung tanggung, mereka juga akan membawa hape mereka turut serta masuk ke kamar mandi.
2) Terlihat terlalu panik ketika kehilangan handphone
Yang mereka pikirkan ketika hape mereka hilang adalah, mereka tidak bisa lagi membalas sms yang masuk, tidak bisa mengupdate status, membalas komentar, pesan, mention, dan lainnya.
3) Isi ulang pulsa
Mereka takkan segan segan untuk menghabisakan uang harian mereka demi melihat hape mereka terisi pulsa penuh, sehingga mereka bisa bebas menggunakannya semau anda. Anda mungkin juga rela mengesampingkan kebutuhan membeli makanan yang biasa mereka konsumsi hanya agar bisa menjawab setiap panggilan yang masuk maupun sms di kotak masuk mereka.
4) Aplikasi dalam handphone
Mereka akan mencoba berbagai fitur di handphone mereka, memasang aplikasi aplikasi baru, dan memenuhi memori handphone mereka dengan berbagai file, baik foto, lagu, maupun yang lain. tak lupa, mereka akan terus mengupdatenya agar tak ketinggalan dengan teman teman mereka yang lain.
5) Tampilan Handphone
Mereka akan membeli sebanyak banyaknya aksesori handphone, mulai dari baterai cadangan, pelindung layar, adapter Bluetooth stereo, sampai speakerphone nirkabel. Padahal, mereka pun tahu bahwa itu hanyalah sebuah handphone yang takkan selamanya ada pada mereka, bisa saja sewaktu waktu hilang, maupun rusak. Padahal banyak hal lain yang lebih dibutuhkan dari aksesori-aksesori handphone tersebut.
6) Rajin baca tabloid
Mereka akan memiliki bertumpuk tumpuk tabloid tentang handphone, agar mereka tak ketinggalan informasi apapun yang terbaru tentang handphone, seperti tipe tipe keluaran terbaru agar mereka bisa membandingkannya dengan handphone mereka yang sedang digunakan
7) Secondary Handphone
Untuk yang satu ini, mungkin hanya beberapa dari remaja yang memilih memiliki banyak handphone dengan tipe yang berbeda beda agar bisa merasakan menggunakan handphone merk tersebut.
Bagaimana dengan kalian?
Apakah kalian termasuk dari salah satu ciri ciri diatas?
Francisca Lopez Torrecillas, dosen di departemen Personality dan Psikologis Pengkajian dan Perawatan dari Universitas Granada (UGR) dan seorang ahli dalam kecanduan psikologis, yang melakukan kerja lapangan di antara beberapa ratus 18 sampai 25 tahun -orang dewasa muda tua dari kota Granada, memperingatkan bahaya bahwa 40% orang dewasa muda mengakui menggunakan ponsel mereka selama lebih dari empat jam sehari. Sebagian besar dari mereka menyatakan bahwa mereka menghabiskan "beberapa jam sehari", menggunakan ponsel mereka, baik itu berbicara, mengirim pesan teks atau memberikan apa yang disebut panggilan tidak terjawab atau menjatuhkan. Banyak dari orang-orang mengambil tindak nyata tidak mendapatkan panggilan tak terjawab atau pesan menjawab, yang membuat mereka merasa "sangat marah dan sedih".
Lopez Torrecillas menyoroti bahwa kecanduan ini adalah hasil dari perubahan sosial yang terjadi dalam satu dekade terakhir. Perbedaan utama antara jenis dan kecanduan alkohol atau obat-kecanduan adalah bahwa ponsel tampaknya tidak menimbulkan efek fisik, tapi yang psikologis. "Mobile-pecandu dapat berdampak serius pada tingkat psikologis tetapi, karena mereka tidak menunjukkan gejala fisik, gangguan mereka pergi tanpa diketahui orang lain", kata profesor UGR.
Mobile-pecandu cenderung mengabaikan kewajiban aktivitas penting (misalnya pekerjaan atau studi), menjauh dari teman-teman dan keluarga dekat, menyangkal masalah dan berpikir tentang telepon seluler terus-menerus ketika mereka tidak memilikinya dengan mereka. "Sebagian besar ponsel-pecandu adalah orang-orang dengan harga diri rendah dan masalah untuk mengembangkan hubungan sosial, yang merasa dorongan untuk terus-menerus tersambung dan kontak dengan orang lain."
Francisca Lopez Torrecillas mengatakan bahwa orang-orang ini "bisa menjadi benar-benar marah ketika dicabut dari ponsel mereka selama beberapa waktu, terlepas dari alasan". "Mematikan ponsel mereka menyebabkan mereka cemas, lekas marah, gangguan tidur atau sulit tidur, dan bahkan menggigil dan masalah pencernaan", menunjukkan profesor UGR.
Mencari tahu apakah anak Anda adalah pecandu-mobile jauh dari mudah. "Seseorang dapat menghabiskan delapan jam sehari di komputer mereka, atau permanen tersambung ke ponsel mereka, dan tidak seorang pecandu. Dalam kasus orang muda, banyak orangtua melihat hal ini digunakan sebagai sesuatu yang normal, tetapi mereka harus mengontrol penyalahgunaan", memperingatkan profesor.
Torrecillas Lopez menyatakan bahwa membuat "penggunaan masuk akal" dari telepon seluler dapat bahkan positif untuk remaja, "karena memungkinkan mereka untuk menjaga teman mereka di dekat dan merasa didukung oleh rekan-rekan mereka", tapi menyalahgunakan perangkat ini "dapat memiliki efek ireversibel pada pembangunan kepribadian remaja '".
Bahkan, kecanduan ponsel harus dimasukkan ke dalam kelompok yang lebih besar - yang kecanduan teknologi baru. "Ini merupakan hasil dari perubahan dramatis dalam nilai-nilai yang terjadi di masa kita Demikian juga gerakan hippy, generasi baru yang timbul dan remaja. Mereka telah dewasa dikelilingi oleh ponsel dan Internet", kata penulis dari karya ini, yang menggarisbawahi bahwa bagian dari menyalahkan harus diletakkan pada "banyak orangtua yang membeli telepon seluler untuk anak-anak mereka dan memaksa mereka untuk memilikinya selalu terhubung sehingga selalu tahu di mana mereka".Mengintip http://www.ugr.es

Seperti yang telah kita ketahui, penduduk Indonesia tak sedikit yang berada pada tingkat ekonomi rendah maupun menengah.
Kemiskinan pun semakin bertebaran dimana-mana. Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah untuk menanggulanginya, namun tetap saja ada yang tak dapat teratasi.
Padahal, kemiskinan mempunyai dampak terhadap beberapa bidang, seperti keamanan, karena banyaknya tindak kriminal pencurian, maupun dibidang kesehatan dan lahan.
Semakin banyaknya masyarakat tak mampu yang membangun rumah di tepi sungai telah membawa dampak buruk bagi kesehatan mereka sendiri.
Maka dari itu, pada hari ini (Rabu, 9 Maret 2011) Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial, Rusli Wahid mengharapkan Rancangan Undang-undang (RUU) Fakir Miskin yang akan menjadi undang-undang dapat menyelesaikan permasalahan kemiskinan.
Saat ini penanganan masalah kemiskinan bukan hanya dilakukan oleh Kemensos tetapi anggarannya juga tersebar di 19 kementerian.
IGCSE singkatan dari International General Certificate of Secondary Education (Indonesia: Sertifikat Internasional Pendidikan Menengah) adalah ujian internasional untuk siswa sekolah menengah. IGCSE dikembangkan oleh CIE (Cambridge International Examination) pada tahun 1988 dan dijadikan ujian internasional oleh CIE dan London Examinations.
IGCSE dikhususkan untuk anak berusia 14-16 tahun, dan untuk menyiapkan siswa ke jenjang berikutnya, seperti AS Level, A Level dan program diploma IB. CIE dan Edexel pun dipercaya oleh sekolah-sekolah dipenjuru dunia sebagai acuan untuk mengadakan ujian internasional.
CIE dan Edexel juga membuat penjurusan, seperti penjurusan Ilmu Alam, Ilmu Sosial, Bahasa dan lain-lain.
IGCSE membolehkan pembelajaran yang disesuaikan dengan daerahnya. Tergantung pada negara yang bahasa ibunya bukan Bahasa Inggris dan diperbolehkan untuk mengiktui ujian.
Pada tahun 2004-2005, paper IGCSE sebanyak 60 mata pelajaran telah diikuti oleh siswa-siswi di 120 negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat.
Di Indonesia, beberapa sekolah menerapkan sistem tersebut.
Khususnya di Jawa Timur, ada SMA Darul Ulum Jombang yang menempatkan diri untuk sekolah sekolah yang mengikuti sistem ini untuk mengikuti tes cambrigde tersebut.
Tes Cambrigde sendiri terbagi menjadi AS dan IGCSE.
AS akan lebih sulit daripada IGCSE.
Ada beberapa kategori untuk sertifikat Cambridge, yaitu A* (A star), A, B, dan seterusnya, tergantung dengan Paket yang dipilih.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan buka http://www.cie.org.uk
