Senin, 18 November 2013

Cita-cita yang Kutemukan Tak Sengaja



Ketika itu aku diajak teman satu tim peserta lomba menulis esai untuk berkunjung kerumahnya. Awalnya kupikir dia akan mengajakku melanjutkan penuliasan esai yang baru setengah jadi kami buat. Namun rupanya, alih-alih membawaku berdiskusi tentang bagaimana perlakuan tembakau pada mencit-mencit putih yang tertata rapi di akuarium lab biologi sekolah kami, ia justru mengajakku berbelok ke kadipaten untuk melihat langsung acara pengobatan gratis yang diadakan kecamatan tersebut.

Bukan pengobatan gratis biasa! Karena dokter-dokter muda yang sibuk menangani puluhan pasien itu berkulit putih dan bermata sipit. Ya, mereka memang bukan Warga Negara Indonesia, melainkan dokter dan calon dokter dari Hongkong. Ketika kami tengah mengamati mereka bekerja sambil berharap bisa mencuri kesempatan untuk sekedar menyapa, tiba-tiba ibu temanku yang bekerja disana memanggil dan menyuruh kami menemani salah satu dari mereka yang terlihat paling muda. Ia sedang duduk memeriksa tensi darah ketika kami menggeser kursi plastik dan duduk disampingnya. Esterch. Begitu ia memperkenalkan diri. Rupanya dia masih berstatus mahasiswa.

Beberapa saat kemudian, jasa bahasa Inggris seadanya milikku akhirnya terpakai juga. Dokter-dokter itu butuh penerjemah lagi. Cewek berbaju hijau yang datang lebih awal dari kami tidak cukup untuk menerjemahkan puluhan pasien yang antri berkonsultasi. Setelah makan siang dan berfoto bersama mereka, aku dan temanku sibuk mencari kertas untuk mencatat email dokter-dokter itu. Karena minim kertas, terpaksa kami menggunakan tissu. Agak memalukan sebenarnya, tapi tak apa.

Hari berikutnya, aku saling berkirim email dengan Esterch dan dokter Sharon To. Tapi Esterch jauh lebih rajin membalas email yang kukirimkan. Kami bertukar cerita mengenai banyak hal. Tapi keseruan itu tidak berlangsung lama. Setelah berjalan beberapa minggu, akhirnya emailku berakhir tak berbalas. Meski begitu, Esterch telah membawaku pada ketertarikan awal untuk menjadi seorang Dokter.

Sangat kecil rasanya, tapi inilah awal cita-citaku ditiup, dan akan terus melambung sesak sampai hari ini.

»»  READMORE...

Sabtu, 09 November 2013

Bagaimana Cara Menjadi Teman yang Baik?

Kodrat manusia sebagai makhluk sosial membuat teman tak bisa dipungkiri menjadi faktor penting buat hidup kita.
....................... (in proggress)
»»  READMORE...

Tanpa Judul

Jadi begini rasanya ngobrol sama orang yang purely asing buat kita?
Canggung, seneng, bingung, campur jadi seru dan pengen lagi !
Ceritanya waktu lagi buat KTP, pas mau cetak kebetulan diruangannya cuma ada 3 orang : petugas, aku, dan seorang lagi. tiba-tiba anak yang kayaknya seumuran kakakku itu  nyapa, terus ngajak ngobrol.
Cuma ngobrol biasa sih, tapi karena nggak biasa akhirnya speechless juga.. Tau harusnya mau ngomong apa, tapi nggak bisa buka mulut -_____-
Padahal dulu aku termasuk anak ramah yang suka ngajak kenalan, tapi temen cewek, dan yang kemarin itu cowok. Beda lah ya, apalagi dia lebih tua, jadi rada sungkan gitu hoho
Oke, cukup gini aja posting gejenya
Intinya kenalan sama orang asing itu seru, asal nggak ngawur aja, lihat-lihat dulu dari tampangnya, kalo nggak meyakinkan its better to keep quiet :)
»»  READMORE...

Senin, 04 November 2013

Happy Sweet 17 Birthday to me ❤

 Thank You Google
 Thank You Dian
 Amazing Cake
 Looks Yummy! :9
 Blow the Candle Together
 Slicing the Cake
Mine!
»»  READMORE...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...